Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia di Papua Kecam Aksi Brutal KKB yang Serang Warga Sipil

Kota Jayapura – Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua, Pendeta Jimmy Koirewoa mengecam aksi keji Kelompok Kriminal Bersenjata di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga pada Sabtu 16 Juli 2022.

13 orang menjadi korban pembantaian KKB pimpinan Egianus Kogoya, 11 orang di antaranya meninggal dunia. Dua korban tewas di antaranya merupakan tokoh agama, salah satunya Pendeta Eliaser Baye.

Bacaan Lainnya

“Hari ini ada jemaat telah kehilangan orang yang sudah membimbing dan menuntun kehidupan rohani bagi umat yang di sana. Kami turut berduka cita atas pembantaian terhadap 13 oranDg di Nduga,” ucap Pdt. Jimmy Koirewoa, Kamis 21 Juli 2022.

Pdt Jimmy Koirewoa menyayangkan peristiwa yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Menurutnya, peristiwa ini tidak bisa dibenarkan atas dasar dan alasan apa pun, karena sangat bertentangan dengan perintah Tuhan yang melarang manusia untuk mengambil nyawa daripada manusia yang lain.

“Saya memberikan ketegasan kepada aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas untuk segera menangkap dan mengungkap pelaku yang telah membantai 13 orang tersebut,” kata Pdt Jimmy.

Ia juga berharap aparat penegak hukum menangkap para pelaku agar dapat diproses hukum sesuai hukum yang berlaku. “Kami harap aparat dapat mengambil langkah untuk memulihkan keamanan di Nduga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” harap Pdt Jimmy.

Sebelumnya, 13 warga sipil menjadi korban penyerangan dan penembakan KKB di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu 16 Juli 2022. Dari 13 korban, 11 orang di antaranya meninggal dunia.

Adapun identitas 11 korban meninggal dunia yang diketahui saat itu, yakni Yulius Watu (23), Hubertus Goti (41), Daeng Marannu (42), Taufan Amir (42), Johan (26), Alex (45) dan Eliaser Baner (54), Yuda Nurusinga (22), Nasjen (41), Sudirman (36) dan Roy Manampiring (42).

Pos terkait